KUMPULAN PUISI_Susi. ks

MAK, BESOK LIBUR?

Mak, besok libur? Bukankah Emak sudah berjanji pada kami? 
Mengapa selalu saja Emak mencoba ingkar!
Padahal kami sudah berharap 

Mak, besok libur? Masak apa kita nanti? Atau akankah kita akan  keluar menikmati pemandangan kota? Sungguh kami menanti waktu kita bisa bersantai 

Mak, mengapa tatap matamu begitu sayu 
Seakan tak rela jika harus meluangkan waktu bersama kami
Apakah terlalu berat permintaan ini?

Mak, kami mengerti isi hatimu 
Sungguh, jika berat tak mengapa kali ini janji itu tak ditepati
Jangan memandang dengan tatap harap seolah kami menyiksamu

"Maafkan Emak ya Nak. Belum bisa luangkan waktu bersantai bersama" 
"Lihatlah, beras tinggal secangkir, token listrik berbunyi nyaring memberi tanda, kuota data harus terisi agar adikmu bisa terus belajar" 

Kata-katamu lembut namun menghantam tepat didadaku
Menampar wajah tanpa menyentuh, sungguh begitu kurang baktiku padamu
Mak, maafkan kami yang belum bisa memberi bahagia di usia senjamu

Mak, besok jadikah libur? 
Tanya berulang mencoba menawar

Prabumulih, 12 September 2026

Pelataran pasar Prabumulih 

Susi. Ks

***

TANDA CINTAKU UNTUKMU, ANAKKU 

Anakku...
Selalu kusebut namamu dalam doa
Berharap pada Sang Pemilik Kehidupan dirimu selalu dilindungi 
Dijauhkan dari segala marabahaya dan aral rintangan 
Dimuluskan segala cita dan harap dalam karirmu

Anakku...
Tak terasa begitu cepat waktu berlalu
Tak ada lagi suara rengekmu jika aku akan pergi 
Tak ada lagi yang mencari kudapan dalam setiap kantong kresek di genggaman tangan ini
Semua telah berlalu seiring bertambahnya usiamu

Anakku...
Teruslah melangkah walau tahu perjalanan ini tak akan mudah
Jadilah perintis dari setiap titik perjuangan karena kita terlahir bukan sebagai pewaris tahta 
Jadilah pelita dari kegelapan disekelilingmu

Jangan biarkan padam cita-cita masa kecilmu
Jangan biarkan goyah keyakinan dalam jiwamu

Anakku...
Tegakkan kepala jangan biarkan pembenci memandangmu rendah 
Ingatlah ada doa yang selalu mengiringi setiap perjalananmu
Balut kelemahanmu dalam cangkang kekuatan 

Anakku...
Suatu saat mungkin kita tak lagi bisa bersama 
Mungkin nanti kita tak lagi bisa merenda hari dalam tawa dan canda 
Tapi yakinlah, aku akan selalu ada dalam hatimu
Sebagaimana engkau selalu ada dalam setiap doa, hati, dan langkah ini 

Kau adalah permata yang sangat berharga

Prabumulih, 16 September 2026

Susi. Ks

***

PESAN UNTUK ANAKKU

Nak... Ingatkan dalam hatimu
Tak ada kesuksesan tanpa doa dan usaha
Tak ada perjuangan yang sia-sia 
Dan semua akan indah pada waktunya 

Nak... Janga lupakan orang-orang yang pernah membantumu
Mendampingi dalam susah dan sedihmu
Karena merekalah sahabat sejati

Nak... Jangan lupa ulurkan tanganmu 
Pada saudara yang berada dalam kesulitan 
Karena di antara rejeki yang Tuhan berikan padamu
Ada hak mereka yang membutuhkannya 

Nak... Jika kau membenci seseorang 
Jangan jadikan dia musuh dalam hidupmu
Jangan biarkan dendam menjajah dirimu
Jadikan pemantik semangat dalam jiwamu untuk terus berjuang menuju kehidupan yang lebih baik 

Nak... Jangan jadikan harta yang kau miliki untuk bersikap sombong dan takabur
Karena semua itu hanya titipan semata
Kelak apa yang kita miliki akan diminta pertanggungjawabannya 

Nak... Jadikan apa yang kau punya saat ini
Tabungan pahala  menuju akhirat yang kekal 
Kelak semua uluran tangan, jerih payah, dan ikhlasmu membantu sesama
Akan membantumu menuju surgaNya 

Prabumulih, 19 September 2026

Susi.ks

***



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjebak di gurun tandus

Dear Diary

Writing camp: Empat Lawang, Tebingtinggi